Rabu, 08 Mei 2019

Bagaimana Sebaiknya Berolahraga Saat Berpuasa, Ini Panduan Bagi Anda


Untuk tetap bugar, Anda harus berolahraga saat puasa. Salah satu hal yang dianjurkan untuk terus dilakukan selama puasa adalah olahraga. Haus akan selalu datang saat Anda berlatih. Karena tubuh kehilangan banyak cairan selama aktivitas fisik. Tapi jangan beralasan, Anda masih bisa berolahraga selama bulan puasa.

Nah, itu sebabnya, Anda harus pintar-pintar memilih olahraga yang tepat agar tidak melukai diri sendiri. Satu hal penting untuk dipertimbangkan adalah memilih waktu dan tempat yang tepat untuk berolahraga. Jadi, apa waktu terbaik untuk berolahraga? Olahraga selama bulan puasa, lebih baik setelah pembukaan atau bahkan sebelum akhir puasa? Temukan penjelasan lengkap di bawah ini.

Apakah olahraga ketika puasa lebih baik setelah istirahat atau pembukaan?

Dikutip dalam laman 
Islamicity seperti dilansir hellosehat, jika Anda berolahraga selama puasa, itu akan menyebabkan peningkatan hormon kortisol (hormon stres) yang signifikan, terutama jika dipraktikkan pada intensitas tinggi. Selain itu, latihan yang dilakukan dalam keadaan dehidrasi juga dapat secara signifikan mengurangi daya tahan tubuh.

Jadi berolahraga setelah puasa adalah waktu terbaik. Memang, tubuh telah menemukan asupan energinya dengan mengonsumsi makanan dan minuman selama puasa.

Menurut Dr. Michael Triangto,
SpKO yang dikutip oleh detKHealth, menentukan kapan waktu terbaik untuk berolahraga selama puasa tergantung pada tujuan olahraga itu sendiri. Karena itu, Anda harus menentukan terlebih dahulu apa tujuan olahraga itu.

Jika tujuan Anda adalah berolahraga untuk kesehatan dan penyegaran Anda, jangan berlatih di sore hari. Karena jika olahraga dilakukan pada sore atau malam hari, Anda tidak akan memiliki efek kesegaran karena udaranya telah tercampur dengan polusi udara. Untuk menikmati manfaat kesegaran, Anda dapat berolahraga setelah subuh atau setelah sholat subuh, ketika udaranya masih indah dan segar. Tentu saja, latihan ini adalah semacam latihan ringan seperti jogging, jalan cepat dan bersepeda.

Sebaliknya, jika Anda berolahraga untuk tujuan melakukan latihan otot dan hanya berkeringat, Anda dapat melakukan latihan beban atau latihan kardio, yang dapat dilakukan pada malam hari selama 30 hingga 60 menit atau baik saat berbuka puasa.

Pada dasarnya, untuk berolahraga selama bulan puasa, Anda harus mengetahui keadaan tubuh dan kesehatan Anda. Karena bentuk fisik masing-masing individu berbeda. Ada orang yang benar-benar bisa berolahraga dengan berpuasa dan ada juga yang tidak bisa berolahraga sampai setelah berpuasa.

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika Anda berolahraga di bulan puasa

Jangan memaksakan diri untuk berolahraga, ada baiknya mengenali tubuh Anda sendiri sebelum memutuskan untuk berolahraga. Beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat berolahraga selama bulan Ramadhan adalah :
  • Luangkan waktu untuk berolahraga selama sekitar 30 menit hingga maksimum 60 menit. Jangan lupa berolahraga secara teratur dan teratur.
  • Lakukan latihan kardiovaskular dengan intensitas ringan seperti berjalan dan bersepeda. Selain itu, Anda juga bisa melakukan aktivitas latihan otot sederhana. Ini dapat membantu membakar kalori, meningkatkan stamina, membanggakan otot, meningkatkan fleksibilitas, dan detoksifikasi.
  • Jangan berolahraga dengan intensitas tinggi, seperti berlari jarak jauh, mengangkat beban atau latihan sulit lainnya, karena ini dapat menyebabkan kerusakan sendi atau otot. Bahkan, hal itu juga dapat menyebabkan komplikasi seperti tekanan darah rendah, hipoglikemia, dan vertigo.
  • Tingkatkan konsumsi cairan selama jeda dan fajar yang cepat. Minum air kelapa untuk meningkatkan elektrolit dalam tubuh Anda dan mengoptimalkan fungsi jantung dan saraf otot.
  • Perhatikan asupan nutrisi dan porsinya.

Tidak ada komentar:
Write komentar